You Are Here: Home » Artikel, Berita Terkini, Entrepreneur Muda ITS, Inkubasi Bisnis, Lomba » Bank Rakyat Indonesia (BRI) Beri Modal Usaha Mahasiswa Melalui Program Studentpreneur

SURYA Online, SURABAYA – Menjadi mahasiswa tak selalu berkutat dengan buku-buku dan modul kuliah. Banyak mahasiswa yang kini mulai menekuni bisnis di luar kuliah, dan berhasil. Seperti dilakukan mahasiswa ITS Surabaya, Ikhwan Mohammad Iqbal, Devi Andriyani dan teman-temannya yang mengembangkan budidaya jamur tiram.

Produk jamur yang dikembangkan tak hanya jamur segar, Ikhwan dan teman-temannya juga membuat jamur kemasan yang cocok dipakai suvenir atau hadiah. Di dalam kemasan terdapat baglog (media tanam) yang sudah diisi dengan bibit jamur (miselium). Kemasan ini juga dilengkapi dengan pengatur suhu konvensional berupa plastik dan alumunium foil.

“ Plastik untuk menjaga kelembaban karena ketika disemprotkan air, molekul-molekulnya akan menempel. Jadi ketika udara masuk, otomatis merasa dingin dan lembab. Sementara aluminium foil akan memantulkan cahaya sehingga suhu didalam kotak akan dipertahankan,”terang mahasiswa semester 5 program studi Matematik, MIPA.

Dengan pengaturan suhu itu, jamur kemasan ini bisa diletakkan di mana saja. Dalam waktu satu bulan Ikhsan menjamin sudah tumbuh. Ikhwan menyediakan tiga kemasan berbeda, yakni kemasan single yang berisi satu baglog, kotak, dan spray untuk menyemprot air. Harganya Rp 30.000 per kotak.

Ada juga kemasan double seharga Rp 50.000 berisi dua baglog, kotak dan spray. Serta kemasan multi seharga Rp 100.000 berisi enam baglog, kotak dan spray.

Satu kotak jamur ini bisa panen 4 hingga 5 kali dengan total produksi mencapai 2 kg per baglog. “Jika sudah dipanen lima kali, kami sediakan refill baglog , harganya hanya Rp 5.000 per baglog,”terangnya.

Selama enam bulan berjalan, bisnis jamur ini telah menunjukkan perkembangan berarti. Saat ini usaha yang berawal dari program kreativitas mahasiswa (PKM) ini sudah bisa meraup omzet sekitar Rp 4 juta sekali panen (2 bulan). Ini belum termasuk jamur dalam kemasan yang dipasarkan lewat media sosial.

Selasa (4/11/2014) Ikhwan dan teman-temannya mendapat suntikan modal sebesar Rp 23 juta dari dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui program studentpreneur.”Modal ini rencananya akan kami buat untuk pembuatan rumah jamur baru di daerah Rungkut, selain di Keputih Tegal Timur yang sat ini sudah berproduksi,”katanya.

Selain itu, Ikhsan dan teman-temannya juga berencana membuat program pelatihan pengolahan produk jamur terhadap warga setempat. “Memang awalnmya program ini kan untuk pengabdian masyarakat, jadi meskipun sekarang sudah komersil, misi kami tetap untuk mengurangi angka pengangguran di daerah setempat,”sebut mahasiswa asal Jakarta.

Selain Ikhsan, mahasiswa lain yang mendapat bantuan modal adalah Pandu Heru Satrio. Mahasiswa Teknik Perkapalan ini sedang merintis usaha pembuatan baju muslim anak. Berbeda dengan baju muslim umumnya, Pandu menambahkan aksesoris sablon khas Tulungagung di bagian pinggirnya.

Dia juga menambahkan sentuhan teknologi dengan adanya gambar (aksesoris) yang bisa diganti-ganti sesuai keinginan anak. “Misalnya di bagian bawah bajunya ada gambar bertuliskan angka 1 dan kata One. Aksesoris ini bisa diganti-ganti sesuai keinginan anak,”kata mahasiswa asal Jakarta.

Pandu juga berencana menambahakan unsur elektronik dengan aksesoris lampu di bajunya. “Beli satu pasang baju lengkap plus sajadah dan peci serta pasangan aksesoris yang bisa dilepas,”terangnya.

Pandu berharap produknya ini bisa menjadi alternative di tengah produk-produk busana muslim anak yang kini didominasi merek-merek tertentu.

sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2014/11/05/budidayakan-jamur-untuk-kurangi-pengangguran

2 Comments

  1. Time's Penting mengatakan:

    Permisi, saya mau bertanya. Tanggal pastinya dana modal usaha dari BRI ini kapan cairnya ?
    Thanks atas perhatiannya

Leave a Reply

© 2014 Program Pengembangan Kewirausahaan Mahasiswa · Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya
sohbet etme ve arkadaslık iin cet mekanına buyrun